Monday, March 28, 2016

Kisah Mualaf: Melissa - 1

Catatan Umi Hamada, Sudbury, Dec 30, 2014

Kemaren Julie... hari ini Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan untuk mendengarkan kisah Melissa sampai akhirnya memeluk Islam. 

Melissa bercerita masa mudanya banyak melewati masa-masa yang suram. Menginjak dewasa, Melissa mulai sadar apa yang dilakukannya salah. Tapi Melissa bimbang....salah pada siapa, mau minta maaf kemana, siapa yg bisa memberinya ampunan. Melissa merasa hidupnya makin kosong, makin tersesat tak tahu mana jalan keluar, hidupnya seperti tak ada pegangan, tak ada tujuan, tak ada arah, hidup ini untuk apa..

Ditempat Melissa bekerja ada dua orang laki2 muslim. Suatu hari Melissa menyaksikan mereka sholat. Melihat itu hati Melissa seolah merasakan adanya keteduhan. Melissa memperhatikan itu hari demi hari hingga akhirnya memberanikan diri untuk bertanya mereka sedang apa. Setelah mengenal sholat, Melissa mulai merasakan tarikan kuat magnet dari Keindahan Islam. Selain melakukan research tentang Islam, Melissa pun terpanggil untuk melakukan ibadah-ibadah Islam. Meskipun belum menjadi muslim, Melissa melakukan sholat seperti yang teman kerjanya lakukan sehari-hari. Selain sholat, Melissa juga takjub menyaksikan temannya berpuasa, bagaimana mereka bisa survive ditengah lapar dan dahaga saat bekerja. Semakin Melissa menyaksikan keislaman rekan kerjanya, Melissa semakin haus ingin tau tentang islam.

Dalam Islam, Melissa menemukan hidup yang dia dambakan selama ini, hidup yang ada pegangannya, hidup yang ada arah tujuannya, hidup yang ada rambu-rambunya.

Menemukan Islam adalah karunia yang begitu sempurna dari yang Maha Sempurna, namun Melissa masih menunda mengucapkan syahadat karena satu harapan, dia ingin saat Keesaan Allah terpatri dalam hati dan lisannya dia ingin menjalankan Islam yg begitu sempurna dengan penuh kesempurnaan dengan kesungguhan. Melissa seolah tak ingin mengurangi kesempurnaan keindahan Islam setelah dia menjadi bagian dari Islam nantinya. Meski dia menyadari kesempurnaan hanya milik Allah Swt....

Hingga suatu hari Melissa berkenalan dengan seorang sister muslimah dari Malaysia. beliau banyak memberi bimbingan kepada Melissa lebih jauh tentang Islam.

Tanpa direncana, pada hari Jumat di bulan April 2014, Melissa berkunjung ke rumah sister Malaysia untuk belajar tentang Islam. Pada saat itu beliau sedang bersiap-siap untuk berangkat sholat jumat. Melissa bertanya...
Melissa: Boleh saya ikut....? Saya ingin melihat mesjid.
Sister: oh tentu boleh...
Melissa: Boleh saya ikut sholat?
Sister: Sholatmu tidak akan di terima karena kamu bukan seorang muslimah.

Dengan hati yang bergemuruh Melissa berangkat ke mesjid bersama-sama. Dalam hati ingiiiin sekali ikut bersama2 melakukan sholat. Menyaksikan jamaah mesjid melakukan sholat jamaah...., hati melissa semakin teriris, hatinya bergemuruh....berteriak... Aku mau seperti mereka, Aku mau sholatku diterima oleh Allah....

Astagfirullah hal adziim...., mendengarkan ungkapan kegelisahan hati Melissa saat itu... sungguh sangat menyentuh...
Pernahkah terpikir hal itu??? Bagaimana dengan sholat yang kita lakukan selama ini?  Terpikirkah sholat kita sempurna atau tidak? Terpikirkah sholat kita diterima atau tidak? Astagfirullah hal adziim....

Selesai sholat jumat, hari itu juga melissa mengucapkan 2 kalimat syahadat...., disaksikan para jamaah sholat Jumat. Allahu Akbar.... Alhamdulillah akhirnya Melissa menjadi Pemenang Hati dalam perang batinnya selama ini.... Melissa terlahir sebagai muslimah tanggal 18 April 2014.....😍
Allahu Akbar...

Sungguh sosok yang sangat inspiratif, seorang mualaf wanita berhijab menjadi tentara di Canada. Masya Allah...

Update (Maret 2016): Sejak kurang lebih setahun yang lalu, Melissa bergabung dengan Canadian Armed Forces.


Saat Muktamar MIIT di Toronto pada bulan Maret 2016, Melissa bertemu dengan Imam Shamsi Ali dimana sang Imam sangat takjub mengetahui seorang mualaf berhijab asli Canadian bisa menjadi seoarang tentara di Canada. Beliau memposting di halaman facebook nya dengan comment:
"Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan ke Kanada selama 3 hari ini. Tapi yang terpenting lagi Allah memberikan kesempatan ketemu dengan saudari baru, Melissa, seorang tentara di angkatan militer Kanada. Beliau dan putrinya memeluk Islam....dan Kanada memberikan izin padanya untuk tetap memakai jilbabnya."
Laman Facebook Imam Shamsi Ali

No comments:

Post a Comment